Esensi Pengetahuan dalam Irfan

Oleh: Mohammad Adlany

Intuisi mistikal, Jalan Menggapai Pengetahuan Hakiki

Aliran-aliran yang beragam dalam dunia Sufisme atau Irfan memiliki kesatuan pandangan dalam permasalahan yang esensial dan substansial ini dimana mereka menyatakan bahwa pencapaian dan penggapaian  hakikat segala sesuatu hanya dengan metode intuisi mistikal dan penitian jalan-jalan pensucian jiwa, bukan dengan penalaran dan argumentasi rasional, karena hakikat suatu makrifat dan pengatahuan adalah menyelami dan meraih hakikat segala sesuatu lewat jalur penyingkapan, penyaksian, intuisi hati, manifestasi-manifestasi batin, dan penyaksian alam metafisika atau alam nonmateri dengan mata batin serta penyatuan dengannya.

Dengan ungkapan lain, yang lebih fundamental dalam perolehan pengetahuan dan makrifat hakiki adalah pensucian jiwa dan tazkiyah hati, sementara akal, analisa pikiran dan demonstrasi rasional sebagai “teman” dalam perjalanan itu. Namun dengan syarat bahwa “teman” ini sebelumnya telah mengenal secara benar tujuan utama perjalanan atau filosofi penciptaan manusia. Dengan begitu, dia akan benar-benar bisa menjadi “teman” yang baik dan sangat membantu dalam proses meraih makrifat hakiki.

Para urafa dan sufi beranggapan bahwa segala makrifat dan pengetahuan yang bersumber dari intuisi-intuisi, musyahadah, dan mukasyafah lebih dekat dengan kebenaran daripada ilmu-ilmu yang digali dari argumentasi-argumentasi rasional dan akal. Mereka menyatakan bahwa indra-indra manusia dan fakultas akalnya hanya menyentuh wilayah lahiriah alam dan manifestasi-manifestasi-Nya, namun manusia dapat berhubungan secara langsung (immediate) yang bersifat intuitif dengan hakikat tunggal alam (baca: Sang Pencipta) melalui dimensi-dimensi batiniahnya sendiri dan hal ini akan sangat berpengaruh ketika manusia telah suci,lepas, dan jauh dari segala bentuk ikatan-ikatan dan ketergantungan-ketergantungan lahiriah. Baca lebih lanjut